Previous Next

Ziarah 9 Gua Maria Juni 2020


Detail Paket


Gunakan waktu sejenak untuk berani datang ke Bunda Maria. 

9 Gua Maria Selatan Jawa Timur sampai ke Tengah Jawa Tengah.

Lokasi Gua Maria

 

  1. BANTEN
  • 1.1. Keuskupan Bogor :

1.1.1. Gua Maria Bukit Kanada
Di dalam lokasi Akademi Keperawatan (akper) Yatna Yuana (dikelola oleh SPK RS Misi), Jl. Jend. Sudirman Km.2 (arah jl. Raya Cipanas)  ds. Jatimulya, Narimbang, Rangkasbitung - Banten. Telp: (252) 201652
Paroki Santa Maria Tak Bernoda - Jl. Multatuli, Rangkasbitung.
Peresmian 13 Agustus 1988, Uskup Bogor, Mgr.Ignatius Harsono, Pr.
Koordinat GPS : S6° 21' 04.6" E106° 16' 12.3"

  1. JAWA BARAT
  • 2.1. Keuskupan Bandung :

2.1.1. Gua Maria Sawer Rahmat
Cisantana, Cigugur, Kuningan. Peresmian 21 Juli 1990, Kardinal Tomko. Konsumsi peziarah : WKRI Cisantana, telepon 0232 875234.
Rute:
a. Jakarta - Cirebon - Kuningan, sebelum masuk kota Kuningan, diterminal Cirendang belok kanan menuju Cigugur (3 km) dari Cigugur naik ke Cisantana
b. Jakarta - Bandung - Tasikmalaya - Kuningan - Cirebon. Sebelum masuk kota Kuningan (sesudah Waduk Darma) atau di Cigadung belok ke kiri melewati Cigugur kemudian naik ke Cisantana.
Akomodasi:
Penginapan : ada penginapan di Cisantana untuk 50-60 orang atau hotel di Kuningan
Makan : Hubungi WKRI Cisantana attn. Ibu Gunawan (0233) 875234
Koordinat GPS : S6°56'57.9" E108°26'43.2" Akses jalan : S6°56'51" E108°26'47.5"

2.1.2. Gua Maria Karmel
Biara Suster Karmel OCD, Jl. Karmel II / 51, telepon 022 278 6152 - Lembang ~ Paroki Santa Maria Lembang, Jl. Karmel I / 51, telepon 022 278 7331. Peresmian Mei 1989, Uskup Bandung, Mgr. Alexander Djaja-siswaja Pr.
Rute:
Bandung - Lembang, sebelum masuk pasar Lembang, disebelah hotel pesona bambu ada jalan masuk ke lokasi (perhatikan papan petunjuknya)
Koordinat GPS : S6°48'47" E107°36'52" Akses jalan : S6°48'49.2" E107°36'54.3"

2.1.3. Gua Maria Bunda Kristus Tebar Kamulyan
Kompleks Gereja Kristus Sang Penabur, Jl. A. Nata Sukarya No.18 Cikalapa, Subang, Jawa Barat Telp. (0260) 421805.  Diresmikan April 2006, oleh Pst. Agustinus Made, OSC. Renovasi sudah selesai, diberkati oleh Uskup Bandung, Mgr. Johanes Pujasumarta, Pr tgl. 23 Nopember 2008.
Rute:
Bandung - Subang, perempatan kota Subang belok kanan, lurus lewat alun-alun, depan gereja Maranatha ambil kanan, depan SMP2 belok kanan, lewat GOR, lalu tiba di Gereja Katolik Paroki Subang.
Koordinat GPS : S6° 34' 37" E107° 45' 53.7"
 

  • 2.2.Keuskupan Bogor :

2.1.1. Gua Maria Biara Santa Clara
Biara Suster Santa Clara, Pacet, Sindanglaya, telepon 0263 512 237 - Cipanas. (setiap hari s/d pkl. 11.30)

2.1.2. Gua Maria Lembah Karmel
Pertapaan Shanti Bhuana (Carmelitae Sancti Eliae - CSE) / Biara Putri Karmel St. Imelda. Desa Cikarenye, Cipanas 43253 (Puncak). Telp. 0263-582062
Rute:
Jakarta - Puncak, di Cipanas dekat resort puncak pass, cari jalan menuju ke perum Kota Bunga atau ke taman bunga nusantara (TBN) (lihat petunjuk dipinggir jalan), ikuti petunjuk ke TBN (kira-kira 13km), setelah lewat TBN terus, diujung belok kekiri, tidak jauh dikanan ada gerbangnya. Kendaraan umum: dari pasar Cipanas naik angkot jurusan Mariwati, turun di Pasar Gembrong, lalu naik ojek ke Lembah Karmel.
Koordinat GPS : S6°44'35.6" E107°06'3.3" Akses jalan : S6°44'24.9" E107°06'6.4"

2.1.3. Gua Maria Sumber Kahuripan
Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Cibadak - Sukabumi, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 29, Cibadak, Sukabumi 43155 (Sekolah Mardi Yuana) Telepon: (0266)531364
Rute:
Jakarta - Lido - Cibadak, di Cibadak cari rambu belokan kekanan ke jalan yang mengarah ke wisata Pelabuhan Ratu, jika dari Jakarta (tol) cari tanda belokan ke P. Ratu yang kedua (bukan yang pertama), 500m setelah belok terlihat papan nama gerejanya. Gereja dan gua Maria terletak dibagian belakang sekolah
Koordinat GPS : S6° 53' 46.5" E106° 46' 51.2"

  1. D.K.I. JAKARTA
  • 3.1. Keuskupan Agung Jakarta :

3.1.1. Gua Maria Bunda Penebus
Paroki St.Thomas Rasul, Jl. Pakis Raya, Blok G 5, No. 20, Bojong Indah - Jakarta Barat (Kompleks Bojong Indah - Jalan Daan Mogot, Jakarta - Tangerang).
Koordinat GPS : S6° 9' 52.8" E106° 44' 29.7"

3.1.2. Gua Maria Fatima
Kompleks Biara Suster Gembala Baik RGS , Jl. Jatinegara Barat - Jakarta Timur. Acara rutin : Prosesi Bunda Maria Fatima & Perayaan Ekaristi setiap bulan tanggal 13, pukul 17.00. Peresmian 13 Mei 1950 - Inter-nuntio, Mgr. De Jonge & 13 Mei 1961 - Uskup Jakarta Mgr. A. Djajasaputra SJ.
Koordinat GPS : S6° 13' 10.4" E106° 51' 50.4"

  1. JAWA TENGAH
  • 4.1. Keuskupan Purwokerto :

4.1.1. Gua Maria Kaliori
Kaliori, 20 km Purwokerto arah Banyumas; informasi : Sekretariat - telepon 0281 632479 - 796242 atau Gereja Katedral Purwokerto, Jl. Gereja no.3, telepon 0281 637052. Pemberkatan Patung Bunda Maria, 10 Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus II di Yogyakarta. 08 Desember 1989 gua diberkati oleh Mgr. PS Hardjasoemarta MSC. Dilengkapi Taman Rosario Hidup dengan 15 relief peristiwa renungan doa rosario.
Rute:
1. Jakarta/Bandung - Wangon - Buntu - Gombong/Yogyakarta
Dari arah Bandung, sampai di pertigaan Buntu belok ke kiri menuju Purwokerto melewati Banyumas dan Sokaraja, setelah melewati Sungai Serayu di antara jalan berkelok-kelok di sebelah kanan ada papan nama besar Goa Maria Kaliori.
2. Jakarta - Purwokerto - Gombong/Yogyakarta
Dari arah Purwokerto setelah melewati Sokaraja (terkenal dengan getuknya) dan setelah pabrik Gula Kalibagor, di sebelah kiri ada ada papan nama besar Goa Maria Kaliori.
Penginapan & akomodasi:
Rumah retret Maria Immaculata
Koordinat GPS : S7°29'43" E109°18'15" Akses jalan : S7°29'46.2" E109°18'2.1"

4.1.2. Gua Santa Maria Nusakambangan
Ds. Klaces, Kec.Pembantu Kampung Laut, Cilacap. Sekretariat : Jl. Gatot Subroto 35A, telepon 0282 533018, Cilacap.
Rute:
1. Majingklak ~ pelayaran Majingklak - Klaces 20 menit. Banjar - Majingklak (Kalipucang) 45 km, Majingklak-Pangandaran = 25 km.
2. Sleko-Cilacap ~ pelayaran Sleko - Klaces 2 jam.
 

  • 4.2. Keuskupan Agung Semarang :

4.2.1. Gua Maria Kerep - Ambarawa
Paroki St. Yusuf Ambarawa, telepon 0298 591028 - pengelola, telepon 0298 592085. Peresmian 15 Agustus 1954, Uskup Semarang Mgr. Soegijopranoto SJ & Peresmian renovasi 04 Oktober 1981, Uskup Agung Semarang, Justinus Kardinal Darmoyuwono, Pr.
Rute:
Semarang - Ambarawa
Dari seberang terminal Ambarawa sebelum Komplek Gereja Paroki St. Yusuf ada jalan masuk (900m) menuju Gua Maria Kerep.
Penginapan & akomodasi: Susteran Marsudirini di samping Gereja.
Koordinat GPS: S7°15'17.2" E110°23'56.9" Akses jalan: S7°15' 37.3' E110°24' 0.5'

4.2.2. Gua Maria Sendang Sriningsih
Ds.Jali, Ds.Gayamharjo, Prambanan.
Acara rutin : Pembukaan & penutupan bulan Maria (Mei & Oktober), prosesi obor dari Gereja Marganingsih, doa jalan salib dan misa (pkl.21.00) di gua & novena malam Jumat Kliwon. Peresmian 29 Mei 1953. Paroki Santa Maria Bunda Kristus, Wedi - telepon 0272 - 322797. Peresmian Renovasi 19 Agustus 1979, Uskup Agung Semarang, Justinus Kardinal Darmoyuwono Pr.
Rute :
Dari jalan raya Yogya - Solo, masuk lewat pertigaan pompa bensin Pandan Simping.
Koordinat GPS : S7°47'57" E110°31'37" Akses jalan : S7°44'47.8" E110°31'31.5"

4.2.3. Gua Maria Sendang Ratu Kenya / Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia
Danan, Giriwoyo, Wonogiri. Paroki St. Ignatius - Danan, Peresmian 30 Septem ber 1997, Uskup Emeritus Keuskupan Sintang, Mgr. Isaac Dura, Pr. Sumber air diberkati 30 September 1998 oleh Mgr. V.Kartosiswoyo, Pr. Acara rutin: Misa setiap Jumat pkl. 20.00 & Novena 9x Minggu pertama (pkl. 10.00) September s/d Mei.
Rute:
Solo - Wonogiri - Giriwoyo (jalur ke Pacitan), ada 2 jalur
1. Wonogiri - Ngadirejo - Baturetno - Giriwoyo - Pracimantoro (lewat bendungan Gajah Mungkur)
2. Wonogiri - Wuryantoro - Pracimantoro - Giritontro - Giriwoyo
lokasinya antara jalur Giriwoyo dan Pracimantoro tidak jauh dari kantor kecamatan Giriwoyo

4.2.4. Gua Maria Mojosongo
Debegan Rt 04/V, Kel.Mojosongo, Kec.Jebres (jln Brigjen Katamso) Surakarta/Solo.
Paroki Santa Maria Regina Purbowardayan - Jl. Jend. A.Yani 10, telepon 0271 56620. Peresmian 25 Desember 1983, Uskup Agung Semarang, Julius Kardinal Darmaatmadja SJ. Acara rutin : Misa setiap malam Jumat Pertama pkl. 21.00.
Koordinat GPS : S7°32'44.8" E110°50'23.4"

4.2.5. Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya Tawangmangu
Sekitar 3km dari lokasi wisata Tawangmangu, Dusun Sendang, Desa Panjang, Kec. Tawangmangu - Karang Anyar.
Paroki St. Pius X, Jl. Lawu 362, telepon 0271 495192, Karanganyar.
Rute:
Solo - Tawangmangu, ada 2 jalur masuk:
-lewat Desa Panjang - dusun Tapan - dusun Sendang (dengan kendaraan kecil)
-lewat belakang terminal bus Tawangmangu (jalan kaki)

4.2.6. Gua Maria Marganingsih (jalan mengalirnya rahmat)
Ds. Ngaren, Bayat - Klaten (Yogyakarta - Solo, Pertigaan Bendo Gantungan Klaten arah Bayat), Paroki Santa Maria Bunda Kristus, Wedi - telepon 0272 - 322797. Peresmian 27 Oktober 2002 - Uskup Agung Semarang, Mgr. Ign. Suharyo, Pr.
Koordinat GPS : S7° 47' 2.0" E110° 37' 45.3"

4.2.7. Gua Mawar Maria
Kampung Tlangu, Ds. Kembang Sari, Kec. Musuk - Boyolali.
Peresmian 25 Juni 1982, Pastor paroki, Rm. A. Endro Karyono MSF. Paroki Hati Tak bernoda SP Maria, Jl. Merbabu 24, telepon 0276 21107, Boyolali. Kontak : Mudika Stasi Musuk d/a Kembangsari 06/II, Musuk, email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. (Sdr.Teguh Tri Kuncoro) atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..
Rute:
Dari kota Boyolali ke arah Drajitan / Musuk, belok kanan di pertigaan Sombo, naik melewati desa Tlangu, pertigaan ke arah kampung Munggur belok kanan sampai di Munggur ke lokasi kurang lebih 200m dengan jalan kaki
Koordinat GPS : S7° 33' 38.2" E110° 32' 7.9" 4.2.8. Gua Maria Sendang Sancta Rosa Mystica
Ds. Banyuurip, Ds Jelok, Kec. Tuntang, Kab. Semarang (jalan Bawen - Salatiga). Paroki St. Paulus Miki, Jl. Diponegoro 34 telepon 0298 324076, Salatiga.
Kontak koster:  AS. Sadiyanto,  AY. Sutopo, hp: 08122529369
Koordinat GPS : S7°14'55.9" E110°28'53.6" akses jalan : S7°15'52.3" E110°28'5.3"

4.2.9. Gua Maria Ratu
Dusun Besokor, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kendal.

Kira2 17 km sebelum kendal
Rute:
Jakarta - Cirebon - Weleri atau Semarang - Kendal - Weleri
Lokasi sekitar 4km ke arah selatan Weleri di jalan raya Weleri-Sukorejo.
Koordinat GPS : S7° 00' 09.1" E110° 03' 57.4"

4.3.0. Gua Maria Ratu Rosari Juwana
Jln WR Supratman  1, Juwana (12km sebelah timur kota Pati, ke arah Rembang).
Sekitar 200 meter dari terminal bis Juwana
Ketua Pengelola: Bp. Bambang Poernomo
Alamat Sekretariat: Jln. Silugonggo 1, Juwana
Untuk kontak pelayanan: Ibu Rosa Inneke (HP 08123540336), Ibu Sutarni Dwi Wahyudi (HP 08122532163)
Web: www.guamariajuwana.com
Koordinat GPS : S6° 43' 4.3" E111° 8' 38.5'

  1. D.I.YOGYAKARTA
  • 5.1. Keuskupan Agung Semarang :

5.1.1. Gua Maria Lourdes Sendang Sono
Kalibawang, Kulon Progo (Jl.Raya Muntilan - Wates), Paroki Promasan, telepon 0292 21130. Peresmian 08 Desember 1929, Pastor RP Prennthaler SJ. Misa setiap Sabtu selama bulan Mei & Oktober pkl 16.00.
Koordinat GPS: S7°39'57.8" E110°13'33.5" Akses jalan: S7°39'10.2" E110°15'21.5"

5.1.2. Gua Maria Sendang Jatiningsih
Ds.Jlitar, Moyudan, Sleman (Sendang Sono - Yogyakarta lewat Nanggulan - Godean). Paroki St. Petrus & Paulus - Klepu, Pos Godean, Yogyakarta 55564.Peresmian renovasi 1999, Uskup Agung Semarang, Mgr. I.Suharyo Pr.

5.1.3. Gua Maria Tritis
Dsn. Bulu, Ds. Giring, Kec. Paliyan, Kab. Gunung Kidul - Wonosari. Paroki St. Petrus Kanisius - Jln. Mgr. Sugiyapranata 29, telepon 0274 391063, Wonosari. Setiap Minggu bulan Mei & Oktober ada perayaan ekaristi pkl. 11.30.
Rute:
Dari Yogyakarta - Wonosari; sampai simpang tiga Gading (dekat lapangan terbang landasan rumput) belok kanan menuju Playen - paliyan - Pasar Trowono - Singkil. Rute ini paling umum dilalui para peziarah dan jarak dari Gading - Goa Maria Tritis sekitar 28 km.
Koordinat GPS : S8°4'55.3" E110°33'24.7" akses jalan : S8°4'52.9" E110°33' 8.7"

5.1.4. Gua Maria Sendang Rosario
Ds.Ngijorejo, Kec.Gading, Wonosari (lewat Jalan Raya Yogyakarta - Wonosari ~ Gua Maria Tritis). Akses masuk melalui jalan ke lokasi lapangan terbang Gading.
Peresmian 11 Pebruari 1962, Pastor T.Widyana SJ. Peresmian Renovasi 1975, Justinus Kardinal Darmo-yuwono, Pr. Peresmian Renovasi Ke-2, 21 Juni 1997, Uskup Tanjung Karang, Mgr. A.Henry Soesanto SCJ.
Koordinat GPS : S7° 54' 47.2" E110° 35' 1.1"

5.1.5. Gua Maria Lawangsih
Dusun Patihombo, Ds. Purwosari, Kec. Girimulyo, Kab. Kulon Progo. Wilayah Stasi Santa Perawan Maria Fatima Pelemdukuh, Paroki Santa Perawan Maria Nanggulan, Kevikepan DI Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. Lokasi hanya berjarak 20km dari peziarahan Sendangsono dan 13km dari Sendang Jatiningsih Paroki Klepu. Diresmikan oleh Rm. Ignatius Slamet Riyanto, Pr tanggal 1 Oktober 2009.
Rute:
Akses dari jalan Mungkid - Nanggulan yaitu jalan menuju ke Sendangsono
Jika memakai bus besar, bisa transit di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Karang, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta. Atau naik bus umum dari kota Jogja/Wates/Muntilan ke jurusan Nanggulan. Turun di perempatan Kenteng, naik ojek 25 menit kelokasi. Dengan mobil dari arah manapun menuju Nanggulan, masuk dari perempatan pasar Kenteng ke arah Barat, dengan jalan hotmix (8 km) dan dilanjutkan jalan desa (aspal) 4 km kira-kira 20 menit. Ikuti rambu penunjuk jalan dari traffick light di Kenteng sampai kelokasi Gua Maria.
Koordinat GPS: S7°43'16.6" E110°8'54.1" akses jalan: S7°45'13.4" E110°12'41.5"

  1. JAWA TIMUR
  • 6.1. Keuskupan Malang :

6.1.1. Gua Maria Sendang Purwaningsih
Purworejo, Kec.Donomulyo, Kab. Malang (dekat lokasi wisata Pantai Ngliyep, 53 km dari Kota Malang). Peresmian 10 Mei 1990, Pastor Paroki Purworejo, Rm. Henricus Franciscus Demmer O.Carm.

6.1.2. Gua Maria Sendang Retno Adi
Ngadireso - Tumpang - Poncokusumo - Malang. Pertapaan Karmel / Biara Suster Putri Karmel, telepon 0341 788650 (pkl. 07.00 s/d 15.00), fax 0341 788651 (24 jam).

6.1.3. Gua Maria Jatiningrum
Curah Jati (45 km dari Banyuwangi) - Grajagan - Banyuwangi. Paroki Ratu Para Rasul. Peresmian 15 Agustus 1956, Uskup Malang, Mgr. AEJ Albers Ocarm. Sebelum tahun 1995 bernama Gua Maria Waluyaning Tiyang Sakit.
 

  • 6.2. Keuskupan Surabaya :

6.2.1. Gua Maria Lourdes Puh Sarang
Kec. Semen - Kediri (± 8km sebelah barat kota Kediri)
Paroki St. Vincentius a Paulo, Jl. Veteran no. 3, telepon 0354 772782, Kediri. Peresmian 2 Mei 1999, Uskup Surabaya, Mgr. J. Hadiwikarta Pr. Acara rutin, Misa tirakatan malam Jumat Legi, pkl. 24.00 (didahului doa rosario pkl. 23.30).
Koordinat GPS : S7° 50' 01.5" E111° 56' 57.9"

6.2.2. Gua Maria Fatima Sendang Waluyo Jatiningsih
Klepu, Kec. Sooko, Kab. Ponorogo (Ponorogo arah Pulung - Sooko, +/- 30 km arah timur Gereja St.Maria - Jalan Gajah Mada 45, telpon 0352 481184, Ponorogo). Peresmian 27 Mei 1988, Uskup Surabaya Mgr. AJ Dibjakarjana Pr., peresmian setelah renovasi, thn. 2001, Uskup Surabaya, Mgr. J.Hadiwikarta, Pr.
Koordinat GPS : S7° 56' 14.0" E111° 39' 52.8"

6.2.3. Gua Maria Sendangrejo
Desa Ngadirejo kurang lebih 5 km kearah utara Kota Blitar. Hubungi stasi Ngadirejo: Jl. Sendangrejo no 25, Kelurahan Ngadirejo - Blitar - Jawa Timur.
Koordinat GPS : S8° 04' 07" E112° 11' 7.2"

  1. LOKASI ZIARAH LAIN
  • 7.1. Sekitar D.I.YOGYAKARTA

7.1.1. Candi/Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus
Ganjuran, Bantul, telepon 0274 367154, (Jowilayan, Km.16 Yogyakarta/Bantul - Pantai Samas). Peresmian 11 Februari 1930, Uskup Agung Jakarta, Mgr. Van Velsen SJ. Acara rutin : Ungkapan devosional & upacara khusus, Malam Jumat Pertama pkl. 19.00 & Minggu ke-5 setiap bulan, pkl. 07.00 & Minggu terakhir bulan Juni pkl. 07.00, serta Tirakatan Malam Jumat Kliwon pkl. 19.00.
Koordinat GPS : S7° 55' 34.6" E110° 19' 08.1"

7.1.2. Salib Suci dan Gua Maria Bunda Berduka Cita Gunung Sempu
Gereja Salib Suci, Kec. Kasihan, Kab.Bantul. Acara rutin : Novena Salib Suci (devosi kepada salib suci) setiap minggu ke 3, pkl. 10.00 wib.
Kontak : Bp. Sugiharta , Ketua Wilayah Gunung Sempu - telp. 0274-381877
Paroki Hati Kudus Yesus, Pugeran - Jl. Suryaden 63, telepon 0274-372295 Yogyakarta. Peresmian 20 Mei 1990 - Uskup Agung Semarang Mgr. Julius Darmaatmadja SJ.
email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., website: www.pugeran.net
Rute:

Dari Jalan Ringroad Yogyakarta masuk Pabrik Gula Madukismo kemudian ke barat sekitar 1,5 km ada jalan ke kiri menyeberangi rel ka angkutan tebu. 7.1.3. Sumur Maria Kitiran Mas
Gereja St.Maria Assumpta, telepon 0274 895 146, Pakem - Jalan Raya Yogyakarta - Kaliurang, Km 17). Penggalian sumur kecil tahun 1985, Pemberkatan renovasi (sumur lebih besar) 14 Oktober 2001.

7.1.4. Makam Romo Richardus Kardis Sandjaja, Pr
Jl. Kartini, Muntilan ; Paroki St. Antonius, telepon 0293 587046 ~ Rumah retret St. Fransiskus Asisi, Jln. Kartini 11 (samping RSU Muntilan), telp: 0293587095.

  1. BALI
  • 8.1 Keuskupan Agung Denpasar :

8.1.1. Gua Maria Palasari
Gereja Hati Kudus Yesus Palasari, Kampung Rohani Palasari, (desa Katolik).
Dusun Ekasari, Ds. Palasari, Kec. Melaya, Kab. Jembrana, Bali Barat. Merupakan Gereja Katolik terbesar di Bali. Penginapan bisa di pasturan. Telp. 0365-42201
Rute :
15 menit dari pelabuhan Gilimanuk ke arah Denpasar, masuk dari Melaya ke Palasari
Koordinat GPS: S8°15'19.4" E114°32'24.2" Akses jalan: S8°16'24.7" E114°29'43.9"

8.1.2. Gua Maria Air Sanih
Terletak di dusun Yeh Sanih, dari Singaraja (di Bali Utara) jaraknya sekitar 12km kearah Amlapura (kearah timur), masuk pintu gerbang dusun Yeh Sanih (sekitar 900m dari lokasi wisata permandian Air Sanih (melewati 2 jembatan), lalu masuk kedalam sekitar 800m
Koordinat GPS : S8°5'13" E115°13'27.7" Akses jalan : S8°4'49.7" E115°13'28.9"

  1. SUMATERA UTARA
  • 9.1 Keuskupan Agung Medan :

9.1.1. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni (tempat ziarah)
Taman Sakura Indah Blok A / 1, Jl. Sakura III No. 7, Tanjung Selamat,
Medan-Tuntungan, Sumatera Utara. Telepon 061-8201943
Koordinat GPS :  N3°32'51.6" E98°36'31.4" akses jalan : N3°32'51.2" E98°36'24.2"

  1. Kep. BANGKA / RIAU KEPULAUAN / PULAU GALANG / PULAU BATAM
  • 10.1 Keuskupan Pangkal Pinang :

10.1.1. Gua Maria Pelindung Segala Bangsa
Bukit Mo Thian Liang (Bukit Menggapai Langit), Belinyu - Bangka (90 km dari Pangkal Pinang) - Paroki St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Jl. Mayor Syafri Rakhman 107, Belinyu. Peresmian : 08 Desember 1999, Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD.
Kontak : PASTORAN KATOLIK BELINYU
Jl. Mayor Syafri Rakhman 107, Belinyu 33254 Bangka. Telp.(0715)321331
R.D. Fenansius Marianus Manse

10.1.2. Gua Maria Yung Fo
Pangkalpinang - Bangka, Belakang Wisma Keuskupan Pangkalpinang, Jl. Batu Kadera (Stasiun XXI), No 545A - Pangkalpinang 33147
Telp./Fax (0717)424014
Kontak:
Paroki Katedral St. Yosef
Jl. Gereja No. 2, Pangkalpinang 33131. Telp/Fax. (0717) 432178 / 432152

10.1.3. Gua Maria Bunda Pelindung / Bunda Penolong
Teluk Dalam - Pantai Trikora (49 km dari Tanjung Pinang), Kab. Bintan, Kep. Riau. Paroki Hati St. Perawan Maria Yang Tak Bernoda, Jl. Diponegoro 12, telpon 0771 21386 / 20096, Tanjung Pinang. Peresmian : 22 April 2001, Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD.

10.1.4. Bunda Maria di Atas Perahu, Galang Site II
Pulau Galang, Paroki St. Petrus, Lubuk Baja - Jl. Anggrek Blok II Lubuk Baja, telepon 0778 457755 / 451170, Batam. Peresmian 30 September 1994.

10.1.5. Gua Hati Tersuci Santa Perawan Maria
Paroki Beato Damian, Kompleks Green Town, Blok Q, No. 21 (Depan TOP 100), Bengkong Harapan, Batam. Peresmian 17 Maret 2002 oleh Mgr.Hilarius Moa Nurak SVD
Kontak person:
Pastor L.I Wayan J. Sunaryo SVD, Pastor Paroki St. Petrus
Jl. Anggrek Blok II Lubuk Baja - Batam 29432
Telp/Fax: (0778)457755/451170
Pastor Philipus Seran Sega Pr, Pastor Paroki Hati St.Perawan Maria Yang Tak Bernoda, Jl. Diponegoro No. 12 Kotakpos 30, Tanjungpinang 29101
Telp/Fax: (0771)21386/20096

10.1.6. Tempat Ziarah Bunda Maria Guadalupe
Kompleks Kapel Hati Kudus Yesus, Stasi Sungaibati Tebing, Paroki Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau
Kontak:
PASTORAN KATOLIK TANJUNG BALAI
Jl. Trikora 1, Tanjung Balai - Karimun 29661 Kep. Riau
Telp. (0777)21013

10.1.7. Gua Bunda Maria Lourdes "RATU DAMAI"
Paroki St. Petrus, Lubuk Baja, Jl. Anggrek II Lubuk Baja, Nagoya, Batam, Peresmian tgl. 1 November 2006 oleh Uskup Mgr. Hilarius Moa Nurak,SVD.
Pastor Paroki: Peter Bruno Sarbini, SVD.

  1. JAMBI
  • 11.1 Keuskupan Palembang :

11.1.1. Gua Maria Ratu Rosari
Kompleks Pondok Kristofel (Rumah Biara SCJ) , telepon 0741 – 40207, Paroki St. Theresia – Jl. RD Mattaher 19, telepon 0741 – 23310, Jambi. Peresmian 07 Oktober 2002 – Uskup Palembang, Mgr. Al. Sudarso SCJ.

  1. LAMPUNG
  • 12.1. Keuskupan Tanjung Karang :

12.1.1. Gua Maria Padang Bulan
Pringsewu, Lampung (Arah barat kota Bandar Lampung) ~ 3 km dari Pringsewu arah Kab. Tanggamus disebelah kanan jalan. Rumah retret La Verna, fax 0729 21788. Peresmian 19 Agustus 1984.
Rute:
Kendaraan Umum : peziarah bisa naik Bus Damri dari Stasiun gambir menuju Lampung. Turun di Stasiun KA Tanjung Karang, kemudian ganti angkutan umum menuju terminal Rajabasa. Setelah itu melanjutkan dengan bus jurusan Kota Agung. Turun di Pringsewu, tepatnya di pangkalan ojek pasar esok.
Kendaraan Pribadi/Rombongan : Dari pelabuhan Bakauheni menuju ke arah kota Tanjung Karang melewati bundaran Sukarno-Hatta, ada pertigaan belok kanan menuju Jl. Pramuka sampai di terminal kecil Kemiling belok kanan menuju Pringsewu dan melewati Pasar Gedungtataan, Pasar Gadingrejo sampai di pasar Pringsewu ke arah Kabupaten Tanggamus sekitar 3km (dari lampu lalulintas Pringsewu) belok kanan menuju lokasi Gua Maria PadangBulan.
Penginapan: di lokasi ada rumah retret La Verna yang dikelola Suster-suster Fransiskanes dari Santo Gregorius, Martir( FSGM)

12.1.2. Gua Maria Fajar Mataram
Bandarjaya, Lampung (arah utara kota Bandar Lampung, menuju Kotabumi), Desa Merapi, Kel. Fajar Mataram, Kec.Seputih Mataram (24 km dari Gunung Sugih), Kab. Lampung Tengah. (Belok kanan di Pasar Bandarjaya).
Rute:
Kendaraan Umum : peziarah bisa naik Bus Damri dari Stasiun gambir menuju Lampung. Turun di terminal Rajabasa. Setelah itu melanjutkan dengan bus jurusan Bandar Jaya. Turun di terminal Bandar Jaya kemudian naik angkutan kota jurusan Merapi (Fajar Mataram)
Kendaraan Pribadi/Rombongan : Dari pelabuhan Bakauheni menuju ke arah Kota Bumi, dari bundaran Sukarno-Hatta, belok kanan menuju Bandar Jaya terus ke jurusan Merapi.

  1. NUSA TENGGARA TIMUR
  • 13.1 Keuskupan Atambua :

13.1.1. Gua Maria Lourdes Betun
4 km dari Gereja St. Maria Fatima.

13.1.2. Gua Maria Bunda Pengantara Rahmat
Stasi Silawan, Paroki Stella Maris Atapupu, Timor Tengah Utara (50 meter dari perbatasan Timor Lorosae). Peresmian medio Agustus 2001 – Vikjen Keuskupan Atambua, Pastor Agustinus Bula, Pr.

13.1.3. Gua Maria Bitauni
Paroki St. Maria Penyelenggara Segala Rahmat, Kiupukan, Pos Kefa.

13.1.4. Gua Maria Kapela Wilain
Paroki St. Petrus Lahurus, Pos Atambua.

  • 13.2 Keuskupan Larantuka :

13.2.1. Gua Maria Wato Jong
Paroki St. Maria Diangkat ke Surga, Bama, Lewokluo.

  • 13.3 Keuskupan Agung Ende :

13.3.1. Gua Maria Fatima
Paroki St. Perawan Maria yang Tak Bernoda, Lela, Maumere.

  • 13.4 Keuskupan Agung Kupang :

13.4.1. Gua Maria Lourdes – Paroki Kristus Raja Kupang.

  1. MALUKU
  • 14.1 Keuskupan Amboina :

14.1.1. Gua Maria Bunda Hati Kudus
Waur Melati, Pulau Seram. Pastoran Kamal Waisarisa – Seram, telepon 0913 61292

14.1.2. Gua Maria Panjang – 5 km dari kota Ambon.

14.1.3. Bukit Golgota di Masbait dan Gua Maria
Masbait, Desa Klanit, daerah Langgur, Maluku Tenggara, Kepulauan Kei & Aru. Peresmian 2000, Duta Besar Vatikan, Mgr. Renzo Fratini.

  1. SULAWESI
  • 15.1 Keuskupan Manado :

15.1.1. Gua Maria Bunda Bukit Karombasan
Paroki Hati Kudus Karombasan, telepon 0431 861403 – Manado.

15.1.2. Gua Maria Redemtoris Mater
Paroki St. Yoseph, Manado Selatan. Jl. Gereja St.Yoseph 17, telepon 0431 851928 – Manado.

15.1.3. Gua Maria Bunda Hati Kudus
Desa Woloan, Tomohon. Pastoran Woloan, telepon 0431 352212.

15.1.4. Jalan Salib Suci Mahawu (tempat ziarah)
Jl. Lingkar Timur, Kaskasen III, Tomohon, Sulawesi Utara, Indonesia
Telp: +62-431–3358833 Fax: +62–431-351420
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Fasilitas: Jalan salib suci, gua Maria, kapel, rumah retret, peresmian: 4 Feb 2007
Rute:
Dari arah kota Manado, belok kiri ke jembatan Kinilow dan melewati Jalan Lingkar Timur Kota Tomohon sampai anda menemukan perempatan jalan. Bisa menuju Tempat Ziarah Mahawu dengan belok kiri (untuk jalan salib) atau meneruskan (sekitar 1km) sampai ke pintu masuknya. Jika dari arah Tondano belok kanan melalui jalan samping Kantor Walikota Tomohon atau jalan samping Gereja Pniel Kakaskasen.
 

  • 15.2 Keuskupan Agung Makassar :

15.2.1. Gua Maria Balla
Pena, Polmas – Toraja Barat, Sulawesi Selatan.
Pastoran Polewali, Jl. Amanna Pattola 2, telepon 0428 21720, Polewali.

15.2.2. Gua Maria Watan Soppeng
Paroki St. Perawan Maria Bunda Pengharapan, Jl. Samudera 48, telepon 0484 21362, Watan Soppeng, Sulawesi Selatan.

15.2.3. Gua Maria Sendang Mulyasari
Kota Unaaha, Kendari, Sulawesi Tenggara. Paroki Kendari, Jl. Moh.Hatta 63A, telepon 0401 21886.

  1. KALIMANTAN
  • 16.1 Keuskupan Banjarmasin :

16.1.1. Gua Maria Manikam Damai – Mandam, Hampang, Kota Baru.

  • 16.2 Keuskupan Sanggau :

16.2.1. Gua Maria Pusat Damai.

  • 16.3 Keuskupan Sintang :

16.3.1. Gua Maria Sejiram - Kapuas Hulu.

16.3.2. Gua Maria Tahta Kebijaksanaan Putussibau
4 km dari pusat kota Putussibau, Jalan Lintas Timur, Simpang Melapi – Kab. Kapuas Hulu. Peremian awal Juni 2002, Pastor Paroki Putussibau, Pastor YJ Jakang SMM.

  • 16.4 Keuskupan Tanjung Selor :

16.4.1. Gua Maria Sei Mentogog
 4 km dari jalan aspal Slipi, Pantai Amal Tarakan, 13 km dari gereja Paroki St. Maria Immaculata, Jl. Jendral Sudirman 252, telepon 0551 51271, Kampung Baru, Tarakan – Kalimantan Timur.

  • 16.5 Keuskupan Agung Pontianak :

16.5.1. Gua Maria Toho
Kec. Toho, Kab. Pontianak (15 km dari Anjungan, 77 km dari Pontianak) – Paroki Katedral Patimura Pontianak, telepon 0561 734739 – Peresmian 20 Oktober 1996, Uskup Agung Pontianak Mgr. Hieronymus Bumbun OFMCap.

16.5.2. Gua Maria Riam Merasap
Desa Segonde, Kec. Sanggau Ledo, Kota Bengkayang (Ibu Kota Kab.Sambas) – Pontianak – Bengkayang 170 km; Bengkayang – Sanggau Ledo 67,5 km; Sanggau Ledo – Lokasi 7,5 km. Paroki Santo Pius Bengkayang, telepon 0562 441147. Diresmikan 1993

16.5.3. Gua Maria ratu Pencinta Damai Anjungan
Sungai Pinyuh, Anjungan ( 60 km dari Pontianak) – Paroki Sungai Pinyuh, telepon 0561 652079 – Peresmian 29 April 1973, Uskup Agung Pontianak Mgr. Herculanus Pr.

16.5.4. Gua Bunda Maria Lourdes, Burongkong, Mendalam, Putussibau
Diberkati oleh Pastor A.J. Ding Ngo, SMM pada tanggal 22 April 1991. Peresmian 15 Mei 2005 oleh Mgr. Sului Florentinus MSF, Uskup Agung Samarinda.

16.5.5. Gua Maria Bukit Kelam, Kab. Sintang, Kalimantan Barat
Terletak di Taman Wisata Rohani Bukit Kelam, Kabupaten Sintang. Diberkati oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Leopoldo Girelli, dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun. Peresmian 3 Mei 2008.

  • 16.6 Keuskupan Agung Samarinda :

16.6.1. Gua Maria Bukit Rahmat, Putak, Tenggarong, Kutai Kartanegara
Dikompleks rumah retret Bukit Rahmat, Gua Maria diresmikan tahun 2000, Kapel diresmikan tahun 2003.
Kira-kira 3 jam dari Balikpapan, dengan kendaraan umum, dari arah Balikpapan, turun di Gapura Purwajaya (Kilometer 5) lalu naik ojek menuju Putak. Dari arah Loa Duri, turun di workshop KRS kemudian naik ojek ke Putak.  

diperbaharui: July 2010
daftar asli dikutip dari Pondok Renungan (2004)
warna merah adalah tambahan selanjutnya dari kami

  • Hari Pertama : Airport – Gua Maria dan Gereja Palasari – Lovina check in Hotel
  • Hari Kedua : Lovina – Air Sanih – Bedugul – Tanah Lot – Check in Hotel
  • Hari Ketiga : Misa Kudus – Kuta – Airport
  1. Menggunakan Bus dari daerah Asal
  • Hari pertama : Airsanih – Bedugul – Tanah Lot – Hotel
  • Hari kedua    : Kuta – Nusa Dua – GWK – Uluwatu – Dinner di Jimbaran
  • Hari Ketiga    : Misa Kudus – Tuka – Palasari – menuju daerah asal
  •   Perjalanan pertama mengunjungi Gereja Katolik Tuka ( gereja pertama Bali ) Disinilah pertama kalinya penduduk di permandikan  menjadi Katolik
  • Selanjutnya kita menuju Gua Maria Slabih yang terletak di atas bukit. Tempat yang sangat indah, dihiasi hijaunya gunung, dengan tebing yang curam serta pemandangan laut akan menghanyutkan doa kita.
  • Makan siang di Slabih dengan masakan khas Bali berupa sate lilit, Jukut Gondo Urab (sayur urab ) dsbnya
  • Perjalanan panjang menuju Gereja nan megah di Kampoong Rohani Bali. Peserta ziarah akan di hantar sampai areal parkir gereja. Setelah usai membidik gereja Gothic dengan gaya Belanda yang dicampur dengan gaya Bali, peziarah menuju Gua Maria yang bernama “Palinggih Dewi Kaniaka Maria”. Palinggih ini di berkati oleh Duta Vatikan untuk Indonesia.
  • Usai ziarah kita kembali ke Denpasar menuju Hotel ( istirahat )
  • Paket b
  • Tour satu hari dengan mengunjungi Tanjung Benoa sebagai tempat wisata air, seperti : parasailaing, banana boat, jetski, pulau penyu dan lain-lain. Disini kita bisa menikmati berbagai jenis permainan yang menyenangkan. Setelah kurang lebih 2 jam,
  • Perjalanan kita lanjutkan menuju GWK. Garuda Wisnu Kencana Cutural Park dimana rencana akan dibangun Patung tertinggi di Dunia.
  • Obyek wisata selanjutnya Pura Uluwatu, sebuah Pura yang berdiri kokoh pada sebuah batu pada tebing yang curam. Terdapat pula sekawanan kera yang jinak menunggu makanan dari setiap wisatawan.
  • Dinner di Jimbaran
  • Kembali ke Hotel

 

MAKNA ZIARAH BAGI UMAT KATOLIK

GEREJA DALAM PERZIARAHAN

Ketika berziarah kita meninggalkan kesibukan sehari hari dan menuju ke tempat ziarah. Peerjalanan fisik ini mengingatkan kita bahwa manusia , kita semua (Gereja) sedang berziarah enuju tanah surgawi yang dijanjikan oleh Tuhan (lih. Ibr 11 : 16}. Gerak perjalanan kita adalah menuju kepenuhan kerajaan Allah pada akhir zaman. Dalam Alkitab dikatakan bahwa waktu dilihat sebagai garis lurus yang bergerak maju, sepertinya bangsa Israel yang keluar dari perbudakan mesir di bawah bimbingan Musa

Waktu bukan dilihat seperti perputaran roda kehidupan atau peruntungan nasib. Umat israil percaya akan tuntunan dan bimbingan Tuhan meskipun tantangan dan hambatan selalu menjadi bagian dari kehidupan mereka. Demikian juga Gereja dlam perjalanan selalumengalami persoalan dan kesulitan. Sebgai umat kita semua yakin akan bimbingan pertolongan Tuhan yang senantiasa akan menyertai sampai akhir zaman ( Mat 28 : 20 ).

ZIARAH SEBAGAI UNGKAPAN TOBAT

Pesiarahan menuntut adanya pengorbanan, baik fisik maupun beban psikologis, misalnya harus berjalan menuju ke tempat ziarah, naik ke perbukitan yang sepi. Pengorbanan, lelah fisik maupun psikis merupakan bentuk silih dan ungkapan tobaatas dosa dosa dan kerapuhan hidupmanusia. Ziarah juga mau menunjukan kepada manusia tentang pentingnya spiritualitas keinginan manusia mau meninggalkan jalan yang tidak benar dan mau menempuh jalan yang dituntun leh Tuhan   Metanoya ). Maka seyogyanya pada saat kita melaksanakan ziarah dilengkapi dengan penerimaan sakramen tobat dan sakramen ekaristi.

ZIARAH SEBAGAI BENTUK DIMENSI KESATUAN

Gereja dalah persekutuan murid murid kristus yang dibabtis dengan roh yang satu dan sama, dan membentuk suatu paguyuban serta mengambil bagian dalam wafat dan kebangkitan kristus. Tempat ziarah merupakan sarana untuk berkumpul umat dari berbagai paroki , suku , komunitas , dan mempunyai ujub, gerak devosi yang sama. Maka disini nampak dari berbagai kemajemukan berhimpun menjadi satu dalam Gereja

MENGAPA UMAT PERLU BERZIARAH ?

Ziarah yang dilakukan merupakan bentuk ungkapan penghayatan iman bukan suatu kewajiban seperti umroh , naik haji dengan konsekuensi mendapat gelar setelah setelah dilaksanakan. Ziarah tidak menunjukan apakah seseorang itu lebih katolik daripada yang lain, sebab ukuran menjadi murid kristus adalah mngamalkan ajaran cinta kasih. Dengan berziarah manusia bisa mengungkapkan iman melalui penghormatan dan pujian kepada Bunda maria, meskipun ada beberapa bentuk devosi yang lain misalnya; Novena , doa rosario , Litani , dsb. Tidak dipungkiri umat bahwa tempat ziarah menjadi alternatif yang nges dan sreg dalam berkomunikasi melalaui doa. Semakin sering suatu tempat dijadikan tempat doa, semakin suasana nges dan sreg terasa.

 

BEBERAPA CATATAN KRITIS UNTUK PARA PEZIARAH

Agar kita dapat berziarah dengan iman yang benar dan tertuju pada alamat peziarahan serta tercipta suasana nges dan sreg dalam berdoa, ada beberapa catatan kritis sebagai bahan permenungan.

  1. Waspadalah Bahaya Takhayul !

Ada anggapan yang keliru dalam praktek ziarah yaitu apabila 3 kali berturut turut ke tempat ziarah tertentu pasti intensiku terkabul , Ataupun ada anggapan ziarah ketempat tertentu dan membawa air, bunga, ataupun benda benda dari tempat ziarah pasti tokcer, manjur dan terkabul. Praktek pemikiran magis justru akan dapat menggerogoti iman kita. Lalu apa bedanya dengan ziarah ke gunung kawi, pulang membawa kembang wijaya kusuma? Manjur, tokcer , terkabul adalah kehendak tuhan, bukan manusia yang memaksakan, maka waspadalah.

  1. Ziarah sekedar mencari hadiahnya ?

Sering terjadi orang berziarah hanya sekedar mencari hadiahnya. Mereka suka mengunjungi tempat tempat ziarah yang paling favorit , tokcer .misalnya : Poh sarang, kerep ambarawa, candi ganjuran. Ada yang yang berziarah setiap malam jum at legi pergi ke gunung kawi. Dengan adanya pohsarang orang mulai beralih kesana. Tetapi, karena yang dicari Cuma hadiahnya, Cuma pemberianNya, bukab si Pemberi sendiri, dia kan tergoda untuk membanding bandingkannya, mana yang lebih manjur, gunung kawi atau pohsarang. Bila pohsarang tidak lagi memberikan hasil, dia balik lagi ke gunungkawi. Itulah kalau motivasinya hanya sekedar mencari hadiah. Padahal, dalam devosi maria termasuk ziarah ini kita mau belajar dan meneladan iman maria. Ziarah yang kita lakukan diharapkan mampu mendorong kitameneladan kesabaran, ketabahan, keibuan,kepasrahan, kesetiaan, dan ketaatan Bunda Maria.

  1. Buah Ziarah harus berakar dalam Gereja setempat

Umat yang rajin berziarah, hendaknya jangan melupakan komunitas umat setempat ( wilayah / lingkungan ). Umat boleh rajin berziarah, tapi kegiatan paroki , lingkungan, nggak mau nongol, ada permasalahan sedikit ” mutung ” dengan paroki, lingkungan , komunitas basis. Padahal , justru melalui lingkungan, kelompok basis, kategorial, kita bisa saling berbagi, bersekutu, mewujudkan iman kita. Jangan sampai Praktek ziarah ini justru memperpersempit iman kita, yakni sekedar motivasi pribadi dan mencari keselamatan individual. Bersama umat yang lain, kita dipanggil mengembangkan dan mewujudnyatakan kerajaan Allah agar perziarahan iman kita sampat pada tujuan, yaknih tanah air surgawi.

Disarikan dari buku ” Menghidupi tradisi katolik ”

1JANUARI : Hari  ST PERAWAN MARIA BUNDA ALLAH

Pada tanggal 1 Januari Gereja Katolik tidak hanya sekedar merayakan Tahun Baru. Kita juga merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah.
Sebagian orang Kristen tidak dapat percaya bahwa seseorang yang dilahirkan di waktu yang silam dapat menjadi “bunda” dari Allah yang kekal. Mereka berpendapat bahwa Bunda Maria adalah Bunda Yesus, yaitu Yesus sebagai manusia, tetapi bukan bunda Yesus sebagai Allah. Muncul masalah dari pernyataan mereka itu, yaitu tampaknya mereka membagi Yesus menjadi dua: Yesus yang Manusia dan Yesus yang Allah. Malahan sebagian orang beranggapan bahwa Yesus adalah manusia yang “dirasuki oleh Allah.”
Gereja Katolik selalu percaya bahwa Bunda Maria adalah sungguh-sungguh Bunda Allah. Karena itu, kita harus memperjuangkan dogma (dogma : ajaran resmi Gereja yang dinyatakan secara meriah dengan kekuasaan Bapa Paus) ini lebih dari sekali. Sekitar abad ke-4 dan ke-5 terjadi suatu debat yang amat seru. Hampir semua uskup dari seluruh dunia berkumpul bersama di sebuah kota besar di pesisir barat Turki. Nama kota itu adalah “Efesus”. Akhirnya, pada tahun 431 para uskup itu sependapat bahwa tidak ada yang perlu diragukan lagi. Mereka membuat pernyataan resmi bahwa Santa Perawan Maria adalah Theotokos (bahasa Yunani) dan Mater Dei (bahasa Latin), keduanya berarti “Bunda Allah”.
Jadi bagaimana mungkin Bunda Maria menjadi Bunda Allah jika Allah telah ada sebelum Maria ada? Kalian dapat mengatakan bahwa Maria adalah pintu masuk bagi Tuhan untuk memasuki dimensi Ruang dan Waktu. Yesus memiliki dua sifat. Yesus sekaligus adalah Allah dan Manusia. Bunda Maria adalah Bunda dari Manusia yang adalah Allah. Sama seperti sanaknya, Elizabeth, yang adalah bunda dari orang yang menjadi Pembaptis.

Sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Richard Lonsdale.”

Bunda Penolong

Pertolongan Orang Kristen

Dalam tahun 1571 sebuah armada Turki yang luar biasa besar berlayar menuju Eropa. Sasarannya menaklukkan Kota Abadi Roma. Dari pihak Eropa dikerahkan sebuah armada gabungan, namun kecil jumlahnya dan sederhana persenjataannya, dipimpin oleh Don Yuan dari Austria.
Dalam tahun 1570, Uskup Agung Montufor dari Meksiko menyuruh dibuatkan reproduksi gambar Bunda Maria Guadalupe yang sebelum dikirim kepada Raja Philip II dari Spanyol disentuhkan pada gambar aslinya. Gambar kecil itu diserahkan kepada Admiral Giovani Doria dan disimpan dalam kabin admiral selama pertempuran yang hebat berlangsung di Lepanto. Ia berkata, “Mari kita panjatkan doa mohon bantuan doa Maria untuk menyelamatkan armada kita dalam pertempuran yang jelas-jelas merupakan kehancuran di pihak Barat.”
Waktu itu Pimpinan Gereja tertinggi adalah Paus Pius V. Beliau menyerukan kepada semua orang Katolik di Eropa untuk memohon bantuan Bunda Allah dengan gelarnya Pertolongan Orang Kristen dengan berdoa rosario tanpa henti. Umat Katolik menanggapi seruan Paus dan berdoa rosario 24 jam terus-menerus.
Dalam saat-saat yang amat kritis, pada saat pertempuran berat sebelah dan armada Kristen tak berdaya, tiba-tiba angin yang amat besar datang dan bertiup menerjang armada Turki. Armada yang kuat itu tenggelam dan hancur berantakan. Semestinya berita itu baru sampai di Roma beberapa hari kemudian, tetapi aneh, Paus tiba-tiba berkata, “Marilah kita mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Allah; kemenangan sudah kita capai!” Kata-kata Paus itu dicatat dan disegel. Dua minggu kemudian utusan Don Yuan tiba di Roma membawa berita gembira tersebut. Isinya mengenai kemenangan tepat pada saat Paus mengumumkannya di Roma yaitu tanggal 7 Oktober 1571.
Satu hari penuh dipersembahkan untuk menghormati Bunda Maria Bunda Segala Kemenangan. Tahun berikutnya 7 Oktober ditetapkan sebagai Pesta Ratu Rosario Yang Tersuci. Pada tahun 1815, seruan Santa Perawan Maria Pertolongan Orang Kristen ditambahkan dalam Litani Bunda Maria dari Loretto.

Mimpi Santo Yohanes Bosco

Mengenai Santo Yohanes Bosco, Paus Pius XI pernah menyatakan: “Untuk Don Bosco, hal yang luar biasa menjadi biasa!” Di antara hal-hal luar biasa yang dianugerahkan Allah kepadanya adalah karunia membaca jiwa seseorang, nubuat, serta mimpi-mimpi yang ternyata berupa visiun (penglihatan, penampakan).
Don Bosco mendapat visiunnya yang pertama ketika berusia sembilan tahun dan kemudian banyak visiun-visiun yang diterimanya sepanjang hidupnya sebagai imam. Pada tahun 1844, Bunda Allah menampakkan diri kepada Don Bosco dan minta supaya didirikan sebuah gereja dengan nama Maria Pertolongan Orang Kristen. Bunda berbicara dengannya secara tepat dan mendetail hingga pada konstruksi bangunannya.
Paus Pius IX menyuruh Don Bosco menulis semua mimpinya untuk menyemangati Tarekatnya, Tarekat St. Fransiskus dari Sales, dan seluruh dunia. Dalam buku “Dreams, Visions and Prophecies of Don Bosco” ditemukan “Impian tentang dua tiang utama”. Bagian ini ditulis pada tanggal 30 Mei 1862. Tulisan berikut adalah ringkasan dari teks aslinya:
“Beberapa menit yang lalu, saya bermimpi… Saya melihat suatu samudera yang amat luas. Seluruhnya air yang ditutupi suatu formasi armada kapal-kapal dalam keadaan siap tempur… Semua kapal dilengkapi persenjataan berat dengan meriam, bom pembakar dan macam-macam persenjataan. Ada sebuah kapal yang megah dan lebih agung dari kapal lainnya. Ketika merapat, kapal-kapal lain langsung menghantam, menembakkan api dan menyerangnya habis-habisan. Kapal raksasa yang agung itu dikelilingi sebuah konvoi kapal kecil… Di tengah-tengah lautan yang tak berujung itu, nampak dua tiang besar yang amat kokoh, dalam jarak yang agak jauh, menjulang tinggi ke langit. Tiang yang satu menyangga sebuah patung Santa Perawan Maria yang Tak Bernoda. Di bawah kakinya terbaca huruf-huruf besar yang jelas: PERTOLONGAN ORANG KRISTEN. Tiang yang lainnya jauh lebih kokoh dan tinggi, menyangga sebuah Hosti dan di bawahnya tertulis: KESELAMATAN BAGI UMAT BERIMAN.
Komandan kapal raksasa ini ialah Paus. Menghadapi serangan yang berbahaya itu Paus segera memanggil kapten-kapten kapal untuk berunding. Namun, ketika mereka sedang merundingkan strategi, sebuah badai yang ganas datang. Mereka harus kembali ke kapal masing-masing. Sambil berdiri di tempat kemudi, Paus mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengemudikan kapalnya di antara dua tiang besar itu. Semua armada musuh merapat dan dengan segala daya upaya berusaha menenggelamkan kapal besar itu. Meriam-meriam musuh meledak terus. Tiba-tiba Paus jatuh, terluka parah. Ia segera ditolong tetapi jatuh untuk kedua kalinya dan menghembuskan napasnya yang terakhir. Teriakan kemenangan dan luapan kegembiraan dari kapal-kapal musuh semakin menggila.
Tak lama setelah Paus meninggal, yang lain segera mengambil alih. Dengan segala pertahanannya, Paus yang baru berhasil mengemudikan kapal dengan selamat di antara dua tiang besar itu dan menambatkan kapalnya pada kedua tiang itu; pertama pada tiang dengan Hosti di atasnya, dan kemudian pada tiang dengan patung Bunda Maria di atasnya. Sesuatu yang tak terduga terjadi. Kapal-kapal musuh menjadi panik dan tercerai-berai, saling bertabrakan dan menenggelamkan satu sama lain… Sekarang suatu ketenangan yang besar meliputi seluruh samudera itu.”
Kemudian Don Bosco menjelaskan, “Kapal-kapal musuh melambangkan penganiayaan. Pencobaan yang besar menanti Gereja. Para musuh Gereja dilambangkan oleh kapal-kapal yang menyerang dan berusaha menenggelamkan kapal besar. Hanya dua hal yang dapat menyelamatkan kita pada saat yang kritis itu. Devosi kepada Sakramen Maha Kudus dan Devosi kepada Bunda Allah.”
Mari kita berusaha sekuat tenaga memanfaatkan kedua devosi ini serta menganjurkannya kepada siapa saja, di mana saja untuk melakukan hal yang sama!

sumber : AVE MARIA No. 8 Mei 1997; diterbitkan oleh Marian Centre Indonesia

Bunda Sejati

Bunda Maria Bunda Yang Sejati

Pesan Bunda Maria dalam suatu penampakan kepada St. Bernadette

Salah satu hal yang khas yang membedakan kita, umat Katolik, dari saudara-saudari kita yang Protestan adalah cinta dan penghormatan yang kita persembahkan kepada Bunda Yesus. Kita percaya bahwa Maria, sebagai Bunda Allah, sudah selayaknya memperoleh penghormatan, devosi dan penghargaan yang sangat tinggi. Salah satu dogma (dogma = ajaran resmi gereja yang dinyatakan secara meriah dengan kekuasaan Paus) Gereja Katolik mengenai Bunda Maria adalah Dogma Dikandung Tanpa Dosa. Pestanya dirayakan setiap tanggal 8 Desember. Masih banyak orang Katolik yang belum paham benar mengenai dogma ini. Jika kalian bertanya kepada beberapa orang Katolik, “Apa itu Dogma Dikandung Tanpa Dosa?”, maka sebagian besar dari mereka akan menjawab, “Yaitu bahwa Yesus dikandung dalam rahim Santa Perawan Maria tanpa dosa, atau tanpa seorang bapa manusia.” Jawaban demikian adalah jawaban yang salah yang perlu dibetulkan. Ya, tentu saja Yesus dikandung tanpa dosa karena Ia adalah Allah Manusia. Tetapi Dikandung Tanpa Dosa adalah dogma yang menyatakan bahwa Bunda Maria dikandung dalam rahim ibunya, Santa Anna, tanpa dosa asal. Bunda Maria adalah satu-satunya manusia yang dianugerahi karunia ini. Bunda Maria memperoleh keistimewaan ini karena ia akan menjadi bejana yang kudus dimana Yesus, Putera Allah, akan masuk ke dunia melaluinya. Oleh karena itu, Bunda Maria sendiri harus dihindarkan dari dosa asal. Sejak dari awal mula kehadirannya, Bunda Maria senantiasa kudus dan suci – betul-betul”penuh rahmat”. Kita menggunakan kata-kata ini ketika kita menyapa Maria dalam doa Salam Maria, tetapi banyak orang yang tidak meluangkan waktu untuk memikirkan apa arti sebenarnya kata-kata ini. Ketika Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Bunda Maria untuk menyampaikan kabar sukacita, dialah yang pertama kali menyapa Maria dengan gelarnya yang penting ini,
Lukas 1:28 “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Kata-kata “penuh rahmat” ketika diterjemahkan dari teks bahasa Yunani, sesungguhnya digunakan sebagai nama yang tepat untuk menyapa Maria. Istilah Yunani yang digunakan menunjukkan bahwa Maria dalam keadaan penuh rahmat atau dalam keadaan rahmat yang sempurna sejak dari ia dikandung sampai sepanjang hayatnya di dunia. Bukankah masuk akal jika Tuhan menghendaki suatu bejana yang kudus, yang tidak bernoda dosa untuk mengandung Putera-Nya yang Tunggal? Bagaimana pun juga, Yesus, ketika hidup di dalam rahim Maria, tumbuh dan berkembang sama seperti bayi-bayi lainnya tumbuh dan berkembang dalam rahim ibu mereka masing-masing. Ia menerima darah Maria dan menerima makanan untuk pertumbuhan-Nya dari tubuh Maria sendiri.

Sebagian kaum Protestan menolak dogma ini dengan mengatakan bahwa Maria berbicara tentang “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.” Mengapa Maria memerlukan seorang Juruselamat, tanya mereka, jika ia tanpa noda dosa? Gereja mengajarkan bahwa karena Maria adalah keturunan Adam, maka menurut kodratnya ia mewarisi dosa asal. Hanya oleh karena campur tangan Allah dalam masalah yang unik ini, Maria dibebaskan dari dosa asal. Jadi, sesungguhnya Maria diselamatkan oleh rahmat Kristus, tetapi dengan cara yang sangat istimewa. Rahmat tersebut dilimpahkan ke atasnya sebelum ia dikandung dalam rahim ibunya.

Kaum Protestan juga akan menyanggah dengan mengatakan bahwa dogma ini tidak sesuai dengan ayat Kitab Suci yang mengatakan bahwa “semua orang telah berbuat dosa” (Roma 3:23). Namun demikian, jika kita mempelajari masalah ini dengan sungguh-sungguh, kita akan menemukan beberapa pengecualian. Kitab Suci juga mengajarkan bahwa meskipun semua orang telah berbuat dosa, Yesus yang adalah sungguh-sungguh manusia tidak berbuat dosa. Logis jika kita melanjutkannya dengan mengatakan bahwa Maria juga tidak berdosa dan dihindarkan dari dosa asal agar ia dapat tetap senantiasa menjadi bejana yang kudus untuk mengandung bayi Yesus.

Secara sederhana Dogma Dikandung Tanpa Dosa dapat dijelaskan sebagai berikut:

Seperti kita ketahui, Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan Tuhan. Tuhan memberikan kepada mereka apa saja yang mereka inginkan di Firdaus, Taman Eden. Tetapi Allah berfirman bahwa mereka tidak diperbolehkan makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Lucifer, raja iblis, datang kepada mereka dan membujuk mereka makan buah pohon tersebut. Adam dan Hawa memakan buah itu; mereka tidak taat kepada Tuhan dan karenanya mereka diusir dari Firdaus. Oleh karena dosa pertama itu, semua manusia yang dilahirkan sesudah Adam dan Hawa mewarisi apa yang disebut “dosa asal”. Itulah sebabnya, ketika seorang bayi lahir, ia segera dibaptis supaya dosa asal itu dibersihan dari jiwanya sehingga ia menjadi kudus dan suci, menjadi anak Allah.

Ketika Tuhan hendak mengutus Putera-Nya, Yesus, ke dunia untuk menyelamatkan kita, Tuhan memerlukan kesediaan seorang wanita yang kudus untuk mengandung Yesus dalam rahimnya. Tuhan memutuskan bahwa wanita ini harus dibebaskan dari dosa asal Adam dan Hawa. Ia juga memutuskan bahwa wanita ini haruslah seseorang yang istimewa serta amat suci dan kudus. Sama halnya seperti jika kalian mempunyai satu termos air jeruk segar, maka kalian tidak akan menuangkannya ke dalam gelas yang kotor untuk meminumnya, ya kan? Kalian akan menuangkan air jeruk segar itu ke dalam gelas yang bersih untuk meminumnya. Demikian juga Tuhan tidak ingin Putera Tunggal-Nya itu ditempatkan dalam rahim seorang wanita berdosa. Oleh karena itulah, Tuhan membebaskan Maria dari dosa asal sejak Maria hadir dalam rahim ibunya, yaitu Santa Anna. Inilah yang disebut Dogma Dikandung Tanpa Dosa – memang suatu istilah yang sulit, tetapi artinya ialah Maria tidak mewarisi dosa Adam dan Hawa, sehingga Maria dapat menjadi seorang bunda yang kudus yang mengandung Yesus dalam rahimnya.”

sumber : “In Defense of the Blessed Virgin Mary”; www.qni.com/~catholic/defense.htm

Bunda Surga

15 AGUSTUS : HR SP MARIA DIANGKAT KE SURGA

“Yakinlah anakku, bahwa tubuhku ini, yang telah menjadi bejana bagi Sabda yang hidup, telah dihindarkan dari kerusakan makam. Yakinlah juga, bahwa tiga hari setelah kematianku, tubuhku itu dibawa oleh sayap-sayap malaikat menuju tangan kanan Putera Allah, di mana aku memerintah sebagai ratu.”

Pesan Bunda Maria dalam suatu penampakan kepada St. Antonius dari Padua

Dogma Santa Perawan Maria diangkat ke surga dirayakan untuk menghormati suatu kebenaran, yaitu bahwa setelah akhir hidupnya di dunia, Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. Dalam Kitab Kejadian 5:24 dan 2 Raja-raja 2:1-12 Kitab Suci menceritakan bagaimana tubuh Henokh dan Elia diangkat ke surga. Jadi hal diangkat ke surga bukanlah hal baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gereja tidak pernah menegaskan secara resmi apakah Bunda Maria benar-benar meninggal secara jasmani, meskipun banyak ahli yang beranggapan demikian.
Baru-baru ini dalam suatu meditasi mingguan, Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa “Bunda tidak lebih tinggi dari Putera”. Pernyataannya itu memperkuat keyakinan bahwa Maria mengalami kematian jasmani. Karena Yesus sendiri harus wafat, maka logis sekali jika kita beranggapan bahwa Bunda Maria juga wafat secara fisik sebelum ia diangkat ke surga. Karena kita yakin bahwa Bunda Maria dikandung tanpa dosa dan tetap “penuh rahmat” sepanjang hidupnya di dunia, logis juga jika kita beranggapan bahwa tubuh jasmaninya dihindarkan dari kerusakan setelah kematiannya.
Seandainya Maria dimakamkan di suatu tempat di dunia ini, pastilah ada makamnya. Bunda Maria sangat dihormati dan dicintai oleh Gereja Perdana. Jemaat Gereja Perdana dengan cermat sekali menjaga reliqui (Latin = peninggalan, yaitu tulang-belulang, pakaian dll peninggalan para kudus), jenasah serta barang-barang peninggalan para martir gereja. Kita mengetahui lokasi di mana Yesus dilahirkan, lokasi penyaliban, lokasi Yesus naik ke surga, serta banyak tempat-tempat penting lainnya yang berhubungan dengan kehidupan Kristus. Kita dapat mengenali tempat-tempat tersebut karena saudara-saudara kita dari Gereja Perdana meneruskan informasi tersebut kepada kita melalui Tradisi. Reliqui jemaat gereja perdana serta reliqui keduabelas rasul masih ada, demikian juga reliqui Kristus seperti Kain Kafan Turin dan potongan-potongan kayu dari Salib Kristus yang asli.
Seandainya saja Bunda Maria mempunyai makam, tentulah makamnya akan dihargai serta dihormati oleh gereja. Karena, bukankah ia adalah Bunda Allah. Kenyataannya, tidak satu pun kota di mana Bunda Maria pernah tinggal, Efesus atau pun Yerusalem, yang menyatakan memiliki makam Maria. Mengapa demikian? Karena memang tidak ada makamnya di dunia.
Kaum Protestan tidak setuju dengan dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, meskipun mereka percaya bahwa kelak kita semua ‘akan diangkat bersama-sama’ dan ‘menyongsong Tuhan di angkasa’ (1 Tesalonika 4:17). Sebaliknya, umat Katolik percaya bahwa Maria diberi keistimewaan untuk lebih dulu diangkat ke surga. Dan mengapakah ia tidak boleh menerima keistimewaan seperti itu, tubuhnya – yang merupakan bejana kudus bagi bayi Yesus – dihindarkan dari kerusakan duniawi?

Secara sederhana Dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tentunya kita masih ingat dogma Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa, yaitu bahwa Tuhan menciptakan Maria dalam rahim ibunya, Santa Anna, tanpa noda dosa asal. Tuhan menghendaki demikian supaya Maria dapat mengandung Yesus, yang adalah Putera Allah. Pada akhir hidup Maria di dunia, Tuhan memutuskan untuk melakukan sesuatu yang istimewa baginya. Tubuhnya tidak dimakamkan, tetapi Tuhan mengangkat tubuhnya ke surga. Inilah yang disebut Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Bunda Maria diangkat jiwa dan raganya ke surga agar ia dapat senantiasa bersama dengan Yesus. Sungguh suatu karunia yang amat istimewa yang dianugerahkan Tuhan kepada Maria, karena Tuhan amat mengasihinya. Sekarang Maria adalah Ratu Surga dan Bumi.
Sementara Kitab Suci mengajarkan kita hal-hal yang terpenting, ada banyak keterangan serta informasi yang hanya kita peroleh melalui tradisi gereja karena pada kenyataannya ada banyak hal yang tidak dicatat dalam Kitab Suci:
Yohanes 20:30 “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini.”
2 Tesalonika 2:15 “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis”
Kuasa Gereja untuk menetapkan dogma Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa dan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga datang dari kuasa mengajar yang dilimpahkan Yesus kepada Petrus dan para rasul. Kenyataan mengenai adanya ajaran-ajaran atau pun kejadian-kejadian yang tidak secara khusus dicatat di dalam Kitab Suci tidak berarti bahwa ajaran-ajaran atau pun kejadian-kejadian itu tidak ada. Gereja telah menetapkan dengan cermat dan tegas demi kepentingan kaum beriman karena Yesus telah berjanji kepada kita bahwa Ia akan membimbing dan mengajar Gereja-Nya dengan mutlak (tanpa salah) melalui para pemimpin gereja serta melalui Magisterium Gereja (Kuasa mengajar Gereja: tak dapat sesat dalam hal iman dan susila (moral) karena dilindungi oleh Allah Roh Kudus) sampai akhir zaman.

sumber : In Defense of the Blessed Virgin Mary; www.qni.com/~catholic/defense.htm

Janji Bunda Maria

15 Janji Bunda Maria Bagi Mereka Yang Setia Berdoa Rosario

  1. Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendaraskan Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
  2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka semua yang mendaraskan Rosario.
  3. Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan memenaklukkan kesesatan.
  4. Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan bagi jiwa belas kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal abadi. Oh, betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana ini.
  5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa Rosario tidak akan binasa.
  6. Ia yang mendaraskan rosario dengan khusuk, dengan merenungkan misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak bagi kehidupan kekal.
  7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja
  8. Mereka yang dengan setia mendaraskan Rosario, sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran pada kudus di surga.
  9. Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi Rosario, dari api penyucian.
  10. Putera-puteri Rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di surga.

11 Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendaraskan Rosario.

  1. Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan Rosario Suci dalam segala kebutuhan mereka.
  2. Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur Rosario akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal.
  3. Mereka semua yang mendaraskan Rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus.
  4. Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang luhur.

Rekoleksi

Jawa Timur

Wisma Samadi Bintang Kejora (Ursulin)
Jl. Bintang Kejora, Pacet, Mojokerto 61374
(Suster Angela)
(0321) – 690308
- Daya Tampung : 30 kamar = 70 tempat tidur
- Ruang Konferensi dapat menampung 80 orang
- Lokasi : Pegunungan, udara dingin
Alamat surat: Susteran Ursulin
Jl. Raya Darmo 49 Sby
Telp. (031) 577890

Hening Griya
(Keusukupan Surabaya)
Jemur Andayani XVII/20 Surabaya 60236
(031) – 836902
- Daya tampung :
- 25 kamar = 50 tempat tidur
1. 10 kamar = 30 tempat tidur
2. 10 kamar = 40 tempat tidur
- Dua ruang konferensi menampung : 150 dan 50 orang
- Lokasi Surabaya Selatan

Domus Mariae (CM)
Sarangan-Magetan
0351-98060
- Daya tampung 60 tempat tidur
- Ruang konferensi menampung : 200 orang
- Lokasi daerah wisata Telaga Sarangan, udara dingin
Alamat surat: Pastoran Katolik
Jl. JA. Suprapto 1 Magetan 63314
Telp. (0351) 95101

Hening St. Catharina (PK)
Desa Pohsarang, Kec. Semen, Kediri 64161
- Daya tampung = 24 kamar = 48 tempat tidur
- Lokasi = Pohsarang, udara sejuk
Alamat surat: Susteran PK. Jl. Brawijaya 53 Kediri 64123
Telp. (0354) 81869

Griya Samadi Vincentius
(CM. Di Keuskupan Malang)
Jl. Raya Ngemplak 2 Prigen Pasuruan 67157
0343 – 881516, 881629
- Daya tampung = 44 kamar = 91 tempat tidur
- Ruang Konferensi dapat menampung = 50 dan 150 orang
- Pegunungan, udara dingin
Alamat surat: Pastoran Katolik, Jl. Kepanjen 9 Surabaya 60175.
Telp. (031) 20600, 25815

Wisma Samadi Syalom
(SSpS, Keuskupan Malang)
Jl. Hasanudin 15 Batu Malang 65313
0341-591304
- Daya tampung 35 kamar = 70 tempat tidur
- Ruang Konferensi dapat menampung 100 orang
- Lokasi = pegunungan, udara dingin

Wisma Samadi Maria Magdalena Postel (Misericordia, Keuskupan Malang)
Jl. Jayagiri 20 Malang 65146
0341-567909, 27679
- Daya tampung : 20 kamar = 40 tempat tidur
- Ruang konferensi dapat menampung 100 orang
- Lokasi : Kota Malang, udara sejuk

Wisma Shyanti
(Keuskupan Malang)
Jl. Argopuro 26, Lawang 65211
0341-426185
- Daya tampung = 30 kamar = 60 tempat tidur
- Ruang Konferensi dapat menampung 60 orang
- Lokasi = pegunungan, udara sejuk

Pertapaan Ngadireso
(Rm. Yohanes O.Carm)
Susteran Jl. Kebonsari 47 Tumpang Malang 65156
Tromol pos 7 wajak, Malang
0341-788650
• Daya tampung = Massal
- Lokasi = Tenggara kota malang, udara sejuk.

Wisma Asri Lestari
(Misericordia, Keuskupan Malang)
Jl. Sultan Agung 80 Batu Malang 65312
0341-592955
- Daya tampung = 7 kamar = 36 tempat tidur
- Ruang konferensi dapat menampung 40 orang
- Lokasi = pegunungan, udara dingin

Wisma Bintang Timur
(SPM, Keuskupan Malang)
Jl. K.A. Dahlan (Jl. Kesetiakawanan AA) 22 Jember 68131
0331 – 82972
- Daya tampung = 27 kamar = 54 tempat tidur
- Ruang Konferensi dapat menampung 60 orang
- Lokasi : Kota Jember

Wisma Sawiran
(CDD, Keuskupan Malang)
Dusun Sawiran, Desa Dawuhan, Sengon, Jl. Raya Purwodadi Km 6 Nongkojajar, Pasuruan
0343-499301
Daya tampung =
70 kamar tidur = 140 Tempat tidur
10 kamar tidur = 10 tempat tidur
Dua ruang konferensi besar
Alamat surat: Kolese St. Yusup, Simpang Borobudur 1, Malang 65125
Telp. 0341-499301, 499302, 491911

15 Janji Bunda Maria Bagi Mereka Yang Setia Berdoa Rosario

  1. Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendaraskan Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
  2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka semua yang mendaraskan Rosario.
  3. Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan memenaklukkan kesesatan.
  4. Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan bagi jiwa belas kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal abadi. Oh, betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana ini.
  5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa Rosario tidak akan binasa.
  6. Ia yang mendaraskan rosario dengan khusuk, dengan merenungkan misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak bagi kehidupan kekal.
  7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja
  8. Mereka yang dengan setia mendaraskan Rosario, sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran pada kudus di surga.
  9. Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi Rosario, dari api penyucian.
  10. Putera-puteri Rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di surga.

11 Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendaraskan Rosario.

  1. Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan Rosario Suci dalam segala kebutuhan mereka.
  2. Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur Rosario akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal.
  3. Mereka semua yang mendaraskan Rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus.
  4. Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang luhur.

 





Informasi Tambahan


Durasi Ziarah 5-6 Hari
Lokasi Jogya
Tempat Berkumpul Surabaya
Jumlah Peserta Maksimal 30 orang
Pendamping Romo / Pastur ..
Biaya 1,3 JT

Hubungi Kami


Komunitas Umat Katolik Siarah

Alamat Pusat :
Jalan Karangmenjangan 6 no 49 Surabaya

Information :
+62-31-5936449, +628165454213

Reservation :
+6285330894159

  Whatsapp :
+6285330894159, +628165454213

Emails :
kuks.siarah@gmail.com
markus.prasodjo@gmail.com

 



Cetak   E-mail